Ambon, 01 Mei 2019, Himpunan Mahasiswa Banda Naira bergabung dengan Forum KOMITMEN ( Komite Satu Mei untuk Kesejahteraan Kesetaraan dan Kemerdekaan)
yang juga terdapat bebera Organisasi dan individu pejuang demokrasi. Melakukan Aksi Kemanusiaan Memperingati Hari Buruh Nasional 01 Mei 2019.
Tanggal 1 Mei 2019, adalah salah satu momentum yang sangat mengandung arti historis (sejarah) dari para pejuang kaum buruh melawan kekuasan pemilik modal (kapitalis) dan Negara yang menindasnya. Perkembangan kapitalisme industri awal abad ke 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama Negara-negara kapitalis Barat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, telah menuai amarah dan perlawanan dari kalangan buruh. Pada masa itu kaum buruh di haruskan bekerja selama 19 sampai 20 jam per-harinya. Kaum buruh memulai perjuangan untuk menuntut dikuranginya jam kerja bagi buruh , tuntutan ini kemudian menjadi agenda bersama untuk diperjuangkan. (MSDJr)

hari Buruh, Rabu 1 Mei 2019. HIMPUNAN MAHSISWA BANDA NAIRA dan juga beberapa oraganisasi dalam rangka Aksi tak dilakukan kaum buruh, tapi mahasiswa. Meski jumlahnya kalah dengan aksi buruh biasanya di Pulau Jawa, namun tuntutan mereka tak kalah kerasnya.
Tepat di Gong Perdamaian Dunia, Lapangan Merdeka Ambon, Komite 1 Mei menggelar aksi demonstrant untuk menyuarakan kemerdekaan Hak Buruh.
Puluhan pendemo, menggunakan Megaphone menyampaikan aksi mereka. Aksi dikawal anggota Polisi dari Shabara Polres P Ambon dan Pp Lease. Dihadapan mereka, terdapat sejumlah Pamflet yang bertuliskan , lawan perempatan sumber daya oleh Olgarki Imprealisme dan Neokolonisme.
Naikan Upah Buruh, cabut PP 78 Tahun 2015 tentang Upah. Pamflet yang dituliskan di atas karton Manila berwarna putih itu, memantik perhatian warga yang melintas. Pendemo menuntut adanya Cuti Haid tanpa syarat.
Makna cuti haid bagi pendemo ini adalah, mereka menuntut agar wanita yang mendapatkan Haid dapat diberi cuti tanpa syarat. Pasalnya, selama ini yang terjadi wanita diisolasidari sisi kesehatan bekerja.
“Selama ini, Wanita yang kena Haid dikerjakan, padahal itu tidak boleh. Jadi kami lawan. Kami menuntut hak perempuan dan sumber daya alam kota,” kata Kordinator lapangan, Ilen Al-Amin kepada ameksOnline di lokasi aksi.
Para pendemo yang membahas Bendera merah dan bertuliskan Pembebasan. Mereka juga menuntut cuti hamil, dan melahirkan bagi perempuan. Selain itu, PP 78/2015 harus dicabut.
Penentuan upah minimum Provinsi/Regional (UMP/R) secara otomatis menyesuaikan laju inflasi per tahun. Ini telah menjadi kekuatan berunding serikat buruh di ditingkat pabrik maupun di daerah.
Karena itu, barisan kelas pekerja, kelompok seniman, perempuan, Agamawan, kaum terpelajar, mahasiswa, pejuang lingkungan dan seluruh elemen rakyat yang tergabung dalam Komitmen mendesak dan menuntut Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh.
“kurangi jam kerja 6 jam/hari, naikan Upah 100 persen, hapuskan sistem kerja kontrak, cabut PP 78/2015 anti perundinga upah, cuti haid tanpa syarat dan cuti hamil dan melahirka selama 14 bulan,” desak dia sambil berteriak demi untuk Kesejahteraan. (NEL)
KOMITE 1 MEI UNTUK KESETARAAN KESEJAHTERAAN DAN KEMERDEKAAN
Issu Sentral: lawan perampasan sumber daya oleh oligarki (imperialisme &neokolonialisme)
Tuntutan Aksi:
BURUH
1. Naikkan Upah Buruh 100%
2. Hapus Sistem Kerja Out Sourscing, Kontrak, Magang bagi kaum buruh
3. Cabut PP 78/2015 Tentang Pengupahan
4. Cuti Hamil dan Melahirkan selama 14 bulan
5. Cuti Haid Tanpa Syarat
HAM
9. Cabut UU ormas.
10. Adili Pelaku Pelanggaran HAM (1965-1998)
11. Menolak diskriminasi rasial dan seks
14. Tolak RUU DWI fungsi TNI
16. Stop Pelanggaran HAM di Papua
18. Sahkan RUU-PKS
19. Tutup Freeport dan Segala Pertambangan yang ada di Papua
Keterangan : isu ham Nanti ditambahkan oleh kawan2 AMP
PENDIDIKAN DAN KESETARAAN
20. Lawan Liberalisasi pendidikan
21. Pendidikan dan Kesehatan Gratis bagi Rakyat
22. Wujudkan demokratisasi di dunia pendidikan
LINGKUNGAN DAN PERTANAHAN
23. Stop kriminalisasi dan intimidasi aktivis lingkungan
24. Lawan perampasan tanah
25. Tolak investor asing (cina dan mongolia) ke maluku tenggara
pengangguran di mana-mana silangsiur diantara kepapaan
membiarkan kami jadi korban pembunuhan dan jadi obyek seksual
para pejabat bungkam pandai mereka cuma berhitung
dari segi pembukuan devisa
tapi tak menjumlah duka nestapa kami
membiarkan siksa dan ajal menggoda mencemar harapan
Pikiran pejabat kami hanyalah unsur pantas diabaikan
karna pejabat makin rakus korupsi menghisap darah rakyat
Mari kita cermat berhitung menggantang keindonesiaan
patriotisme dan kemanusiaan
siapa yang khianat
siapa yang kkn
siapa yang merampok dan tidak
siapa yang minum darah dan tidak
siapa yang menjadikan bistik daging rakyatnya
siapa yang mengancam bangsa dan negeri
jabatan dan pangkat terlalu nisbi
apalagi uang bagiku hanyalah takaran semu
terlalu munafik bagi hakekat
akulah pekerja migran Indonesia
ya kamilah mereka
tak kukhianati Indonesia kampung-halaman
dengan caraku mencintai negeri
kendati tak pernah kau hitung
dan akupun memang tak bersandar pada hitunganmu
kau lecehkan aku
tapi aku bukan pengemis walau kau hinakan
aku bukan kuruptor negeriku walau kemiskinan membantai
tapi dengan keringat sendiri ingin membangun masa depan
kami terpaksa merantau dari pada menambah angka pengangguran
sebab para pejabat cuma sibuk memperkaya diri
tak serius memikirkan nasib rakyat miskin
akulah pekerja migran Indonesia ya kamilah mereka
kalian katakan budak kekinian disingkirkan negeri
tapi catat!
dan kuucatat sudah memang di lembaran siang dan malam
kitab harian bumi
siapa budak sesungguhnya
siapa indonesia yang sejati
di sini jabatan dan pangkat
tak lagi jadi takaran kemanusiaan!
aku masih indonesia kutunjukkan sudah bangsaku
dengan duka dan luka tercatat di parut dahi
dan kuterakan di lembaran waktu
Indonesia milik kami juga
Indonesia bukan monopoli para pejabat koruptor
maka kami yang pekerja migran Indonesia ini
bertekad bersatu bangkit melawan ketidak adilan
(IVAN NAIM)



Komentar
Posting Komentar